Kangen itu kurang. Kurang karena biasanya dia ada didekat kita, ehhh kali ini kok gak ada. Jam segini biasanya kita bersama dia, ehhh kok absen.
Saat yang kurang itu hadir kembali, maka lengkaplah sudah. Apa kangen lalu hilang?
Gak juga, rasanya tetap kangen. Kangen dengan saat kesendirian kita, tanpa kehadirannya.
Jadi kangen itu apa? Yang jelas, kangen itu selalu ada.
(ya seperti kekangenan saya dengan "sepatu yang itu tuuuuhhh". Kalau dituruti bisa gila saya!).
Oya, saya tau jawabannya. Bukan jawaban atas apa itu kangen, tapi bagaimana cara menikamti kangen supaya tidak menyakitkan (huhuhu, betapa beratnya memendam rindu(pada sepatu)).
Bersyukur.
Ya, bersyukur. Atas apa yang kita punya. Atas apa yang sedang kita hadapi. Atas ke-kurang-an. Atas apapun.
ALHAMDULILLAH.
Wednesday, 28 January 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment